Ancaman ISIS Dorong AS Larang Penumpang Pesawat Bawa Laptop

Laporan-laporan media AS mengatakan, kekhawatiran akan ancaman bom dari ISIS telah mendorong pihak berwenang AS memberlakukan larangan bagi penumpang membawa perangkat elektronik berukuran besar dalam penerbangan menuju AS dari sejumlah bandara di Timur Tengah.

Mengutip sumber yang dirahasiakan, The New York Times melaporkan, larangan itu diterapkan untuk mengonter rencana ISIS mengembangkan bom berukuran kecil yang bisa disisipkan ke batere laptop.

ABC melaporkan bahwa informasi intelijen yang diperoleh para pejabat AS sebelumnya tahun ini menunjukkan, kelompok ISIS berusaha mencari cara untuk menyelundupkan bom ke pesawat-pesawat tujuan AS. Sebuah sumber pemerintah mengatakan kepada ABC, informasi ancaman itu telah dikukuhkan dan bisa dipercaya.

Meski demikian, Badan Keamanan Transportasi AS (TSA) membantah adanya ancaman spesifik dan mengatakan melalui sebuah pernyataam bahwa mereka memberlakukan larangan itu karena adanya laporan intelijen yang menunjukkan kelompkok-kelompok teroris terus menunjukkan minatnya menarget penerbangan-penerbangan komersial.

Peraturan baru TSA mengharuskan penumpang penerbangan yang langsung menuju AS dari 10 bandara di Timur Tengah menyimpan peralatan elektronik yang lebih besar dari ponsel di koper-koper yang ditempatkan di bagasi. TSA tidak menyertakan ponsel karena alasan logistik.

Bandara-bandar yang dikenai peraturan itu adalah Queen Alia International Airport, Cairo International Airport, Ataturk International Airport, King Abdul-Aziz International Airport, King Khalid International Airport, Kuwait International Airport, Mohammed V Airport, Hamad International Airport, Dubai International Airport, dan Abu Dhabi International Airport.

Inggris mengikuti AS dalam menerapkan larang serupa terhadap peralatan elektronik berukuran besar, Selasa (21/3), namun versi Inggris agak lebih longgar.

>>VOA

No comment

Leave a Response