Bisnis Unilever Bergantung dari Kekuatan Portofolio

PT Unilever Tbk mencatatkan pertumbuhan penjualan sebesar 5,7 persen menjadi Rp 36,5 triliun dan kenaikan laba bersih sebesar 2 persen (sebelum restatement) menjadi Rp 5,85 triliun sepanjang 2015.

Perseroan pun berhasil mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar di hampir semua kategori produk portofolio.

Direktur Governance & Corporate Affairs dan Sekretaris Perusahaan Sancoyo Antarikso mengatakan, pertumbuhan penjualan Perseroan yang tercatat single-digit di 2015 sangat dipengaruhi oleh kondisi makro-ekonomi Indonesia yang masih belum kondusif.

Oleh sebab itu, pada 2016 ini akan disikapi perseroan secara optimistis namun tetap berhati-hati. Dalam 12 bulan ke depan, papar Sancoyo, kinerja Perseroan akan sangat tergantung pada kekuatan portofolionya.

“Kami akan tak henti-hentinya berfokus untuk memahami Konsumen, menganalisis pergeseran perilaku dan preferensi mereka, untuk dapat mengembangkan inovasi yang secara jitu menjawab kebutuhan mereka,” kata Sancoyo, melalui siaran pers ke Kompas.com (Rabu (30/3/2016).

Dia memaparkan, kendati kondisi perekonomian mulai menunjukkan perbaikan di kuartal III 2015, tapi rupiah mengalami depresiasi pada pertengahan tahun, hingga mencapai nilai terendah pada Rp 14.697.

“Hal ini menjadi tantangan besar bagi Perseroan, karena sekitar 55 persen dari input costs kami berkaitan dengan hard currencies,“ kata dia.

Oleh sebab itu di 2015 perseroan fokus pada eksekusi dan efisiensi di seluruh lini operasi, yang membuahkan peningkatan gross margin dan pertumbuhan laba bersih sebesar 2 persen. _KOMPAS

No comment

Leave a Response