• Blok terminasi Pertamina. -IST-

Dapat 10 Blok Migas Gratis, Pertamina Kantongi Rp 336 T

Dapat 10 Blok Migas Gratis, Pertamina Kantongi Rp 336 T

Sat, 05/12/2018 - 08:10
Posted in:
0 comments

Pemerintah kembali memberikan dua blok migas secara cuma-cuma kepada PT Pertamina (persero). Dengan begitu, total blok terminasi yang didapat oleh Pertamina menjadi 10 blok dan berpotensi mendatangkan omset hingga Rp 336 triliun ke perseroan.

"Untuk 20 tahun itu US$ 24 miliar, tambahan pendapatan dari WK (wilayah kerja) terminasi ini," ujar Plt Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati saat dijumpai di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jumat (11/5/2018).

Kementerian ESDM memberikan Pertamina dua blok terminasi yakni Blok Jambi Merang dan Blok Raja/Pendopo. Kedua blok tersebut memiliki kontrak hingga 20 tahun ke depan, dan dioperasikan dengan skema gross split.

Sebelumnya, pemerintah juga mempercayakan PT Pertamina (Persero) untuk mengelola delapan blok migas yang masa kontraknya habis (terminasi) tahun ini. Kontribusi produksi minyak dari delapan blok tersebut akan mencapai 68.599 barel per hari. Adapun untuk gas, produksi mencapai 306 juta kaki kubik per hari.

Ada pun 8 blok tersebut adalah; Blok Tuban, Blok Ogan Komering, Blok NSO, Blok Tengah, Blok East Kalimantan, Blok Attaka, Blok South East Sumatra, Blok Sanga-Sanga. Untuk Blok Tengah digabung bersama dengan Blok Mahakam.

Selain mendongkrak pendapatan, pemberian blok terminasi ini juga bisa meningkatkan kontribusi Pertamina sebagai National Oil Company (NOC) ke produksi migas negara. Saat ini, kontribusi perusahaan pelat merah ini masih di kisaran 19%-20%, dengan tambahan 10 blok terminasi diperkirakan bisa naik hingga 36%, menyaingi kontribusi Chevron yang saat ini bertengger di posisi jawara kontributor minyak nasional.

"Dengan tambahan 2 WK dalam 2-3 tahun akan jadi double capacity. Ini lompatan besar karena dalam dua tahun terakhir dapat tambahan yang dapat gandakan produksi Pertamina," kata Nicke.

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengatakan untuk tambahan 2 blok terminasi yang diteken hari ini, pemerintah memberikan 100% kepemilikan untuk Pertamina. "Pertamina 100% dengan 10% BUMD di Jambi Merang dan Raja/Pendopo," katanya.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) Amien Sunaryadi mengatakan untuk Jambi Merang, terdapat komitmen investasi selama 5 tahun. "Termasuk US$ 200 juta untuk eksplorasi, artinya Pertamina dari 2019 di Jambi Merang ada budget eksplorasi."

Amien berharap dengan anggaran eksplorasi ini, Pertamina bisa mendapat temuan migas besar untuk mendongkrak produksinya.

Dirjen Migas Kementerian ESDM, Djoko Siswanto mengatakan, di antara empat WK tersebut, Jambi Merang merupakan WK yang paling potensial dengan tingkat produksi minyak yang paling besar yaitu 3.706 barel per hari (2017). Sedangkan produksi minyak 3 WK lainnya dibawah 2.000 barel per hari.

Dari empat WK tersebut, dua di antaranya, diberikan penuh kepada Pertamina (100 persen) melalui perusahaan afiliasinya. Yaitu WK Jambi Merang yang paling potensial dan WK Raja/Pendopo.

Sedangkan dua WK lainnya, yaitu Seram Non Bula dan WK Bula ditetapkan untuk dikelola kontraktor eksisting. "Pertamina juga tidak mengajukan permohonan pengelolaan terhadap dua WK tersebut," kata Djoko.

Jangka waktu kontrak untuk empat WK tersebut yaitu 20 tahun. Djoko mengatakan, kontrak menggunakan sistem bagi hasil migas skema gross split. Dengan empat WK ini, maka kontrak migas skema gross split akan menjadi 20 kontrak.

Total bonus tanda tangan (signature bonus) yang akan diterima Pemerintah sebesar 20.298.000 dolar AS atau setara Rp 285 miliar. Sedangkan perkiraan total Investasi Komitmen Kerja Pasti lima tahun adalah sebesar 308.992.000 dolar AS atau sekitar Rp 4,3 triliun.

<>CNNIndonesia/Republika/01