Diduga Terima Suap, ‘Anak Buah’ Prabowo Ditangkap KPK

Muhammad Sanusi, anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Gerindra ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis malam. KPK menggeledah ruangan Komisi D, termasuk ruangan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, M Taufik, yang tak lain kakak kandung Sanusi.

Sanusi ditangkap bersama sejumlah pria yang kini diamankan di KPK. Belum dijelaskan di mana lokasi penangkapan. Yang pasti, sejumlah wartawan melihat Sanusi semalam dibawa ke kantor KPK bersama mobil Jaguar hitam yang disebut miliknya.

Sanusi dan sejumlah orang yang diduga ikut terlibat dalam operasi tangkap tangan (OTT) ini sedang menjalani pemeriksaan di KPK. KPK sendiri rencananya pagi ini akan menggelar konferensi pers untuk menjelaskan kepada public tentang OTT tersebut.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad membenarkan bahwa kader partainya, Muhammad Sanusi, ditangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sanusi saat in menjabat sebagai Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta.

"Ya, memang sudah kami cek bahwa yang itu kader kami bernama Muhammad Sanusi," kata Dasco seperti dilansir Kompas.com, Jumat (1/4) pagi.

Dasco mengatakan, partainya masih menunggu keterangan resmi dari KPK terkait sejauh mana keterlibatan kadernya dalam tangkap tangan ini. Jika memang sudah terbukti bersalah dan ditetapkan sebagai tersangka, maka Sanusi akan langsung dipecat sebagai kader Partai Gerindra.

KPK sebelumnya melakukan operasi tangkap tangan dalam dua kasus yang berbeda pada Kamis (31/3/2016). Namun, KPK masih belum mau mengungkap identitas pelaku yang ditangkap dan rincian kasus yang didalami. Namun, beberapa sumber menyebut, penangkapan ini terkait proyek yang dikerjakan PT Brantas.

Jaksa Agung M Prasetyo mengungkapkan bahwa operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK, salah satunya terhadap anak buah Prabowo Subianto itu ada kaitannya dengan penanganan perkara yang dilakukan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Namun, dia memastikan tidak ada keterlibatan jaksa dalam perkara itu.***

No comment

Leave a Response