• Kosmetik oplosan. -IST-

Endorse Kosmetik Ilegal, Nella Kharisma dan Via Vallen Akan Diperiksa Polisi

Endorse Kosmetik Ilegal, Nella Kharisma dan Via Vallen Akan Diperiksa Polisi

Fri, 12/07/2018 - 02:20
Posted in:
0 comments

PENGUNGKAPAN bisnis kotor pengoplosan kosmetik terkenal menjadi kosmetik baru dengan merk Derma Skin Care Beauty berbuntut panjang. Tujuh artis yang di-endorse produsen kosmetik ilegal itu akan diperiksa polisi terkait keterlibatannya dalam pembuatan iklan tersebut di media sosial.

Para artis yang punya pengikut jutaan orang itu akan ditanyai seputar keterlibatannya dalam jaringan kosmetik tersebut. Di antara nama-nama yang akan dipanggil adalah VV (yang belakangan disebut sebagai Via Valen), NR (Nella Kharisma).

"Jadwalnya pekan depan akan dipanggil satu per satu," kata Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Frans Barung Mangera, Kamis (6/12/2018).

Kesaksian para artis itu diperlukan guna melengkapi berkas pemeriksaan KIL, pemilik usaha kosmetik oplosan yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Seperti diberitakan, polisi membongkar usaha ilegal milik KIL, pengusaha produk kecantikan yang produknya tidak memiliki izin edar dari BPOM. Selain produk kecantikan seperi krim, cairan pembersih wajah, bedak, serum dan masker, pelaku juga memproduksi obat-obatan untuk kecantikan.

Produk kosmetik yang dijual pelaku berasal dari bahan-bahan produk kosmetik merek terkenal seperti, Marcks Beauty Powder, Mustika Ratu, Viva Lotion, Sabun Papaya, Vasseline, Sriti dan sebagainya.

Untuk memasarkan produknya, KIL meng-"endorse" 6 artis ibukota yakni VV, NR, MP, NK, DJB, dan DK. Keenam artis itu ikut memasarkan produk ilegal itu melalui akun Instagramnya yang memiliki jutaan pengikut. Para artis dipakai untuk meyakinkan konsumen akan ‘keampuhan’ produknya.

Tarif 7-15 Juta/Minggu

Pelaku berinisial KIL pemilik sekaligus pembuat produk kosmetik oplosan mengeluarkan anggaran puluhan juta untuk memakai jasa artis papan atas memasarkan produk kosmetiknya.

Kasubdit Tipiter Ditreskrimsus Polda Jatim, AKBP Rofik Ripto Himawan menjelaskan tersangka memakai jasa artis setiap satu minggu untuk memasarkan produk kecantikan ilegal oplosan tidak dilengkapi dokumen izin Dinas Kesehatan dan BPOM.

"Tarif endrose mulai Rp 7 Juta hingga 15 juta," ungkapnya di Mapolda Jatim, Rabu (5/12/2018).

Rofik memaparkan sejumlah artis itu melakukan endrose yaitu berfoto dengan produk kosmetik kecantikkan palsu.

"Kisaran Salary (Gaji) endorse masing-masing artis berbeda sekitar Rp 15 juta," bebernya.

Mengenai siapa yang dimaksud artis berinisial VV dan NR tersebut, Rofik mengatakan tidak bisa menyebutkan karena saat ini proses penyidikan masih berlanjut.

"Tidak bisa kami sampaikan, yang jelas mereka masing-masing artis per minggu dapat salary Rp 7 juta hingga Rp15 juta, sesuai kontraknya," pungkasnya seperti dilansir Tribunnews.com.

Namun santer disebut jika inisial VV adalah Via Vallen, NK adalah Nella Kharisma, sementara NR adalah Nia Ramadhani.

//KOMPAS.com/TRIBUNNEWS.com/01