• Pernikahan. -IST-

Menikah & Sering Makan Telur Bisa Hindari Ancaman Jantung & Stroke

Menikah & Sering Makan Telur Bisa Hindari Ancaman Jantung & Stroke

Wed, 08/01/2018 - 19:17
Posted in:
0 comments

SEBUAH penelitian terbaru mengungkapkan bahwa orang yang hidup dengan menikah akan terhindar dari penyakit jantung dan strok ketimbang yang melajang. Penelitian lain menyimpulkan orang yang membiasakan diri mengkonsumsi telur secara rutin akan membuat akan terhindar dari risiko jantung dan stroke.

Meski pernikahan belum tentu seindah apa yang ditampilkan dalam dongeng, menurut peneliti hidup bersama pasangan hingga usia senja bisa membuat Anda terhindar dari penyakit jantung dan stroke.

Dilansir AFP, survey yang berlangsung selama dua dekade terhadap lebih dari dua juta orang berusia 42 hingga 77 tahun menemukan bahwa menikah secara signifikan mengurangi risiko dari dua penyakit itu, seperti dilaporkan dalam jurnal medis Heart.

Studi tersebut meneliti populasi etnis bervariasi di Eropa, Amerika Utara, Timur Tengah dan Asia. Dibandingkan orang yang hidup dengan suami atau istri mereka, duda atau janda atau orang yang tak pernah menikah punya risiko terkena penyakit kardiovaskular 42 persen lebih besar, juga 16 persen berisiko kena penyakit jantung koroner.

Risiko kematian juga lebih tinggi pada orang yang tidak menikah, 42 persen dari risiko penyakit jantung dan 55 persen dari stroke. Hasilnya serupa untuk perempu-an dan laki-laki, kecuali stroke, yang lebih rentan menimpa kaum Adam.”Penemuan ini menunjukkan bahwa status perkawinan harus dipertimbangkan dalam menilai risiko penyakit kardiovaskular,” kata tim yang dipimpin Chun Wai Wong, peneliti di departemen kardiologi Royal Stoke Hospital, Inggris, menyimpulkan.

Empat perlima penyakit kardiovaskular bisa dikaitkan dengan faktor risiko seperti usia lanjut, laki-laki, tekanan darah tinggi, merokok dan diabetes.

Pernikahan, dengan kata lain, bisa jadi bagian penting dari 20 persen yang tersisa. Lebih tepatnya, tinggal bersama --tanpa atau dengan ikatan pernikahan -- mungkin faktor yang berpengaruh.

Namun sebagian besar dari 34 studi yang ditinjau oleh Wong dan koleganya tidak mengidentifikasi pasangan di luar pernikahan atau pasangan sesama jenis, jadi tidak mungkin mengetahui, secara statistik, apakah kehidupan seperti itu juga sama dampaknya seperti menikah.

Karena penelitiannya bersifat observasional ketimbang eksperimen terkontrol, seperti apa yang dilakukan peneliti terhadap tikus percobaan, tidak ada kesimpulan jelas yang bisa ditarik sebagai sebab dan akibat. Ini menimbulkan pertanyaan untuk mengulik mengapa pernikahan bisa “melindungi” dari penyakit itu. “Ada banyak teori,” kata peneliti dalam pernyataan.

Punya pendamping yang bisa mengurus dan menjaga kesehatan satu sama lain mungkin jadi nilai tambah, begitu juga pendapatan atau uang pensiun yang lebih besar karena bersumber dari dua orang.

Selain itu, hidup bersama orang lain juga dianggap baik untuk me-ningkatkan semangat kerja, juga stimulasi saraf. Orang yang hidup bersama pasangannya, berdasarkan penelitian sebelumnya, juga menunjukkan tingkat demensia yang lebih rendah.

Pentingnya Makan Telur

Sebuah penelitian baru juga mengungkapkan bahwa makan telur setiap hari dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke.

Penelitian ini dilakukan oleh Peking University Health Science Center di China, di mana mereka mengamati kebiasaan makan telur dari 416.213 peserta. Lalu, benarkah telur bisa menurunkan risiko penyakit jantung? Berikut kita lihat penjelasannya seperti dilansir Boldsky.

Diketahui, telur telah menjadi makanan favorit sejak jaman dahulu dan telah menjadi bagian dari setiap makanan, terutama untuk sarapan. Tapi, beberapa orang menghindari telur karena kandung-an kolesterolnya yang tinggi.

Tahukah Anda bahwa sebutir telur mengandung sekitar 185 mg kolesterol? dan American Heart Association merekomendasikan maksimum mengonsumsi 300 mg kolesterol setiap hari, jadi menikmati dua buah telur akan memenuhinya.

Namun, kolesterol sering dikaitkan sebagai penyebab penyakit jantung dan karenanya, kebanyakan orang akan percaya bahwa makan terlalu banyak telur bisa berbahaya. Tapi pada kenyataannya, telur tidak membahayakan tubuh.

Jika kita melihat lebih jauh, kolesterol itu memainkan peran penting membuat sel-sel bekerja, dan diperlukan untuk memproduksi vitamin D, hormon dan empedu. Tapi, terlalu banyak kolesterol dalam darah Anda juga tidak baik karena dapat menumpuk di din-ding arteri, yang meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

Kita perlu tahu bahwa ada terutama dua jenis kolesterol yakni lipoprotein densitas tinggi (HDL) dan low-density lipoprotein (LDL). HDL dianggap kolesterol baik, karena mengangkut kolesterol berlebih ke hati, di mana ia dapat dihilangkan keluar dari tubuh. LDL adalah kolesterol jahat yang dapat menumpuk di dinding arteri yang menyebabkan potensi pembekuan darah.

Jadi, bagaimana manfaat kese-hatan telur dalam mempengaruhi tingkat kolesterol HDL dan LDL? Penelitian di Universitas Connecticut menemukan bahwa mengonsumsi tiga butir telur sehari selama sebulan tidak mengubah tingkat kolesterol dan tidak mempenga-ruhi kesehatan jantung.

Pakar kesehatan dan dokter menyarankan makan telur sebagai bagian dari diet sehari-hari. Telur akan menjadi makanan padat nutrisi yang mengandung protein, vitamin A, vitamin B, vitamin D dan vitamin B12, lutein dan zeaxanthin. Ahli kesehatan bahkan mengatakan, memakan satu hingga dua telur per hari akan baik-baik saja.

Makanan Penangkal Sakit Jantung

Para ahli kesehatan menyebut gaya hidup sehat dan mengkonsumsi makanan sehat seperti telur menjadi salah satu kunci menangkal risiko ter-kena penyakit jantung. Lalu, makanan dan minuman apa saja yang bisa membantu mencegah munculnya masalah jantung? Ini jawabannya.

1. Teh hijau

Molekul dalam teh hijau bisa membantu melawan aterosklerosis, yang menjadi penyebab serangan jantung dan stroke, menurut studi dalam Journal of Biological Chemistry.

Salah satu bahan kimia dalam teh hijau yang bermanfaat melawan aterosklerosis adalah epigallocatechin-3-gallate (EGCG).

Aterosklerosis muncul akibat plak di arteri, yang berawal dari lemak yang menempel dari pembuluh darah. Lemak ini kemudian berkembang ukurannya menjadi plak yang mengeras, membuat arteri menyempit sehingga mengurangi aliran darah. Demikian seperti dilansir Medical News Today.

2. Lemak ikan

Mengkonsumsi lemak ikan empat kali seminggu dapat membantu meningkatkan jumlah kolesterol baik dan mencegah risiko penyakit jantung, menurut sebuah studi dalam jurnal Molecular Nutrition & Food Research.

Lemak ikan meningkatkan ukuran dan komposisi lipid partikel high-density lipoprotein (HDL) atau kolesterol baik, pada orang yang mengalami gangguan metabolisme glukosa, seperti dilansir Indian Express.

3. Sayuran

Konsumsi sayuran berjenis “cruciferous” bisa melindungi dari penyakit kardiovaskular, ungkap studi dalam Journal of American Heart Association.

Seperti dilansir Medical News Today, sayuran Cruciferous merujuk pada genus Brassica, misalnya kubis, kembang kol, brokoli, kubis Brussel, kangkung, lobak, selada air dan sawi hijau.

Sayuran ini merupakan sumber serat; vitamin C, E, dan K; beberapa karotenoid; folat; dan mineral.Ada juga kandungan senyawa belerang yang dikenal sebagai glucosinolates, yang memunculkan rasa agak pahit dan bau menyengat.

4. Kacang-kacangan

Protein dari kacang-kacangan dan biji-bijian dapat bermanfaat bagi jantung manusia, seperti terungkap dalam studi International Journal of Epidemiology.

Dari riset tersebut menemukan bahwa orang yang mengonsumsi protein dari kacang dan biji-bijian berkurang risikonya mengalami penyakit kardiovaskular sebanyak 40 persen. Demikian seperti dilansir Indian Express.

5. Semangka

Penyakit jantung adalah salah satu pembunuh terbesar dan mengurangi kadar kolesterol dan tekanan darah dapat membantu menurunkan penyakit jantung. Lycopene dalam semangka bisa membantu menurunkan keduanya dan juga mencegah kerusakan oksidatif akibat kolesterol.

MY // BERBAGAI SUMBER