• Puasa. -ILUSTRASI/IST-

Puasa Bisa Bikin Tubuh Jadi Lebih Sehat dan Awet Muda?

Puasa Bisa Bikin Tubuh Jadi Lebih Sehat dan Awet Muda?

Wed, 05/16/2018 - 03:12
Posted in:
0 comments

PUASA Ramadan sesuai jadwal akan dimulai Kamis besuk. Sejauh mana kesiapan Anda menghadapi puasa? Benarkah puasa juga mampu membuat kita lebih sehat dan juga awet muda?

Dr. dr. Ari Fahrial Syam, dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dan pemerhati gaya hidup menyebutkan menjalani puasa ramadan bisa membuat seseorang lebih sehat karena kebiasaan sehat yang dijalaninya selama sebulan penuh. Apa saja itu? Pembatasan asupan makanan, keteraturan dan pengendalian diri.

"Alasan pembatasan asupan makanan bisa bikin sehat, karena puasa ramadan membuat kita mengurangi frekuensi makan yang biasanya 3 kali jadi 2 kali. Jika ini dilakukan selama sebulan akan terjadi pembatasan kalori (restriksi kalori). Pembatasan makan akan membuat tubuh melakukan penghancuran lemak tubuh," katanya seperti dilansir dalam HerWorld.co.id.

"Pembatasan makan juga menyebabkan pengurangan radikal bebas yang berbahaya bagi tubuh kita. Jadi dengan adanya pembatasan makan, berat badan akan turun, kolesterol akan turun, kadar gula darah juga menjadi lebih terkontrol," tambahnya.

Dokter Ari juga menambakan bahwa puasa sepanjang hari akan membuat seseorang mengurangi konsumsi camilan-camilan tidak sehat. Apakah itu cokelat, keju, lemak, dan makanan- makanan manis dan asin yang belum tentu sehat bagi tubuh kita. Dan bagi kamu orang yang merokok, akan mengurangi konsumsi rokoknya setiap hari.

"Hasilnya, puasa akan membuat tubuh orang menjadi tambah sehat dan menekan risiko orang dengan penyakit kronis (hipertensi, diabetes, kegemukan dan kolesterol tinggi)," urai dokter Ari.

Tetapi, usahakan saat berbuka puasa tidak kalap saat makan. Sebab, kalau jumlah makanan yang dikonsumsi berlebihan, hal itu bisa menghilangkan manfaat kesehatan yang bakal didapat nantinya.

Sementara faktor keteraturan sendiri, umumnya yang banyak merasakan manfaatnya ialah pasien maag fungsional. Menurut dokter Ari, pasien maag merasa keluhan sakit maag-nya muncul terjadi akibat ketidakteraturan makan, dan konsumsi makanan camilan yang memproduksi asam lambung. Mulai dari makanan yang berlemak, asam, dan pedas sepanjang hari, konsumsi minuman bersoda dan minum kopi.

Sementara selama berpuasa, pasien-pasien ini pasti makan lebih teratur karena hanya dua kali dengan waktu yang lebih kurang sama setiap harinya selama puasa ramadan, yaitu saat sahur dan berbuka. "Keteraturan inilah yang bisa membuat pasien dengan sakit maag tersebut sembuh" papar dokter Ari.

Dan faktor terakhir adalah pengendalian diri. Batin lebih tenang? Tentu! Karena, puasa bisa menghindari orang mengalami berbagai macam sakit fisik karena jiwa yang terganggu.

"Kita tentu mengenal penyakit psikosomatik. Pasien yang cemas cenderung asam lambungnya tinggi, dan akhirnya maagnya dapat terganggu. Pula pasien dengan hipertensi  akan naik jika emosinya terganggu. Pasien Asma bisa kambuh karena sedang dalam keadaan stres.

Selain itu, jantung berdebar-debar, tangan berkeringat, pegal-pegal ditengkuk bisa berhubungan dengan faktor psikis. Dengan pengendalian diri selama berpuasa, diyakini faktor psikis yang bisa mengganggu fisik tersebut tidak muncu," papar dokter Ari.

Dokter Ari pun menghimbau bahwa kebiasaan sehat yang dijalani selama bulan ramadan tidak berhenti setelah puasa ramadan selesai. Seperti makan tidak berlebihan atau makan sesuai kebutuhan. Sebab, makan berlebihan membuat kita menimbun lemak, mulai dari organ di hati (fatty liver), di kandung empedu (Batu KE), di pembuluh darah jantung maupun pembuluh darah otak.

Pun keteraturan dan pengendalian diri yang telah dijalani selama puasa seharusnya juga dapat diteruskan pasca lebaran. Sebab, bila kamu bisa menjalani tiga faktor selama sebulan penuh dengan baik, bobot tubuh dalam kondisi ideal dan kamu selalu memandang kejadian dalam kaca mata positif, dan optimis. Sehingga tubuh yang kamu rasakan bakal jadi lebih sehat.

Bikin Awet Muda?

Saat berpuasa, selain menahan lapar dan haus, tubuh pun turut melakukan kerja dari dalam. Saat tubuh tidak mendapatkan asupan makanan seperti biasa yang kita lakukan, tubuh bekerja menetrasilir ulang fungsi dari sel-sel tubuh yang rusak.

Nah, salah satu hasil yang akan kita rasakan dari proses netralisir ulang fungsi sel-sel tubuh tersebut, salah satunya adalah kulit terlihat lebih cerah dan sehat. Dari segi kesehatan, puasa yang kita lakukan ini merupakan bagian dari trilogi nutrisi. Artinya, tubuh sedang melakukan cleansing dan detoksifikasi.

Selain itu, tubuh pun melakukan proses balancing. Yaitu, tubuh melakukan regenerasi sel-sel tubuh yang rusak dan segera menggantikannya dengan sel tubuh baru. Cara ini juga bermanfaat untuk memperbaiki metabolisme tubuh yang rusak.

Dengan melakukan puasa, selain membantu proses regenerasi sel tubuh, detoksifikasi dan balancing, pun akan membantu kerja jantung untuk memompa darah. Ini lah alasan, mengapa orang yang melakukan puasa dengan benar pikirannya lebih tenang, emosi lebih stabil, dan terlihat awet muda.

<>HERWORLD/MERDEKA/01