International Tour De Banyuwangi Ijen 2016 Kembali Digelar

Event balap sepeda international Tour de Banyuwangi  Ijen (ITdBI) 2016 kembali digelar untuk kelima kalinya di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur pada 11-14 Mei mendatang.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, ajang balap sepeda ini telah menjadi agenda rutin UCI (Union Cycliste Internationale) dan ditetapkan sebagai kejuaraan balap sepeda terbaik di Indonesia.

Penyelenggaraan ITdBI akan diikuti 20 tim luar negeri dari 29 negara. Mereka akan unjuk kebolehan dalam lintasan sepanjang 567 kilometer, terdiri dari empat etape, yang melintasi sejumlah destinasi wisata baik wisata pantai, perkebunan, sentra pertanian, city tour, hingga kaki Gunung Ijen.

Dikatakan, sport tourism cukup efektif meningkatkan kunjungan wisatawan dan awareness calon wisatawan terhadap potensi destinasi alam dan budaya Banyuwangi.

“Kami menggelar sejumlah ajang sport tourism secara rutin dalam beberapa tahun terakhir. Selain ITdBI, tahun ini ada BMX International (2-3 April), Festival Arung Jeram (16-17 April), Underwater Festival (21-22 Mei), Kite and Wind Surfing Competition (20-21 Agustus), dan International Run (9 Oktober),”  kata Anas dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (28/3/2016).

Event Kite and Wind Surfing Competition di Pulau Tabuhan juga digelar rutin tiap tahun sejak 2014. Kompetisi ini sangat efektif sebagai ajang promosi di media sosial. Aksi para peselancar angin dan peselancar layang difoto dan disebar melalui media sosial dan media massa.

”Bahkan, akun Dubes Australia saat penyelenggaraan tahun lalu juga nge-tweet soal kompetisi di Pulau Tabuhan itu. Lalu mulai banyak yang ke Pulau Tabuhan, terutama penggemar selancar layang dari luar negeri yang sebelumnya cuma tahu Bali,” kata Anas.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menuturkan, wisata olahraga adalah salah satu upaya yang diandalkan dalam menggenjot wisatawan yang ditargetkan sebesar 12 juta kunjungan wisman serta 260 juta wisnus pada 2016.

Khusus untuk Banyuwangi sendiri, kunjungan wisman tahun ini ditargetkan sebesar 50.000 atau meningkat dari realisasi tahun lalu 40.000 wisman.

Agenda ITdBI, lanjutnya, juga memberikan dampak langsung bagi perekonomian masyarakat.Hal ini terlihat dari peningkatan pendapatan per kapita masyarakat Banyuwangi dari Rp20,8 juta per orang/tahun pada 2010 menjadi Rp38 juta per orang/tahun pada 2015 atau melonjak hingga 62%. 

“Penyelenggaraan sport tourism bertaraf internasional memberikan direct impact dan media value yang tinggi. Even ITdBI ini selain mendongkrak pariwisata Banyuwangi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Tingginya direct impact  dan media value dari event sport tourism international ini, kata Arief, membuat pihaknya gencar mendorong kegiatan wisata olahraga sejenis di Tanah Air seperti.

Beberapa di antaranya yakni Tour de Singkarak (TdS), Tour de Bintan (TdB), Tour de Flores (TdF), Musi Tributon, Jakarta Marathon, maupun sebagi tuan rumah penyelenggaraan ajang olahraga internasional  MotoGP  2017 dan Asia Games 2018 di Jakarta dan Palembang. _BISNIS

No comment

Leave a Response