• Korban terima penghargaan. -KUMPARAN.com-

Korban Perampokan di FlyOver Summarecon, dari Tersangka Lalu Raih Penghargaan

Korban Perampokan di FlyOver Summarecon, dari Tersangka Lalu Raih Penghargaan

Thu, 05/31/2018 - 11:24
0 comments

Polrestro Bekasi Kota memberi penghargaan kepada Muhammad Irfan dan Ahmad Rofiq atas keberanian keduanya melawan begal. Keduanya melawan begal yang menyerangnya di jembatan Summarecon, Bekasi.

"Barusan kita menyaksikan penerimaan penghargaan terhadap warga masyarakat Mas Muhammad Irfan dan Mas Rofiq, dua-duanya 19 tahun tapi mempunyai nyali dan kemampuan untuk menggagalkan perampokan, tepuk tangan untuk mereka berdua," kata Kapolrestro Bekasi Kota Kombes Pol Indarto usai memberikan penghargaan, Kamis (31/5).

Indarto memastikan keduanya bebas dari segala tuntutan hukum. Tindakan keduanya melawan begal hingga penjahat itu tewas dinilai sebagai bagian dari bela diri sehingga tidak dijatuhi hukuman apa pun.

"Paling pentingnya, punya nyali dan kemampuan. Dia berani menggagalkan perampokan yang kalau dia tidak lakukan itu dia akan dilukai lebih parah atau bisa meninggal dunia karena itu jatuhnya bela paksa. Dan bela paksa itu dibenarkan oleh KUHP Pasal 49 Ayat 1 dan tidak dapat dipidana. Untuk itu kita berikan apresiasi kepada beliau," jelas dia.

Pasal 49 Ayat 1 KUHP berbunyi: Tidak dipidana, barang siapa melakukan perbuatan pembelaan terpaksa untuk diri sendiri maupun untuk orang lain, kehormatan kesusilaan atau harta benda sendiri maupun orang lain, karena ada serangan atau ancaman serangan yang sangat dekat pada saat itu yang melawan hukum.
Indarto berharap keberanian Irfan dan Rofiq jadi contoh untuk semua terutama anggota kepolisian yang bertugas. Tapi, tetap harus memperhatikan situasi yang dihadapi.

"Tetapi, yang perlu kita perhatikan juga jikalau tidak punya kemampuan untuk melawan, musuh terlalu banyak, itu mending hartanya dikasihkan. Karena kalau dia dengan kekuatan yang tidak seimbang dia melawan, itu akan meningkatkan intensitas juga," imbuh dia.

Indarto mengatakan, peran serta masyarakat dalam melawan kejahatan seperti yang dilakukan kedua pemuda ini sangat membantu tugas kepolisian. Sudah saatnya, polisi tak perlu ragu melawan penjahat karena warganya sudah sangat berani.

"Saya ucapkan terima kasih kepada Mas Irfan, Mas Rofiq, Anda membuat suatu hal yang spektakuler dan itu membuat inspirasi bagi kami semua khususnya warga Bekasi dan Kepolisian Metro Bekasi Kota. Mudah-mudahan Anda berdua cepat sehat dan salam hormat kepada keluarga," ucap dia.

Korban Pernah Ditersangkakan
Percobaan pembegalan pada Irfan dan Rofiq terjadi pada Rabu (23/5) malam saat keduanya sedang nongkrong di pinggir jalan layang Summarecon, Bekasi. Mereka kemudian didatangi oleh Aric Saipulloh dan Indra yang bermaksud membegal mereka dengan senjata celurit. Irfan melawan dengan merebut celurit Aric lalu menyabetkannya ke Aric hingga luka-luka. Aric dan Indra kemudian kabur dan pergi ke rumah sakit. Tapi nyawa Aric tak terselamatkan.

Dituduh menghilangkan nyawa orang lain, dalam pemeriksaan di Polres Metro Bekasi, Irfan sebagaimana disebutkan Kasatserse, pernah ditetapkan sebagai tersangka. Namun, tak lama kemudian pihak polres meralatnya. Ini setelah kasusnya viral di media massa dan media sosial.

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Indarto mengklarifikasi status Mohamad Irfan Bahri alias MIB yang menjadi tersangka lantaran membela diri saat dibegal hingga tewasnya pelaku begal.

"Saya ingin meluruskan beberapa pemberitaan yang salah, untuk MIB statusnya masih sebagai saksi," kata Indarto, Selasa (29/5/2018).

Dalam perkara itu, Indarto menyatakan ada dua kasus. Pertama kasus perampokan atau begal, polisi telah menetapkan Indra Yulianto alias IY sebagai tersangka.

Sedangkan untuk kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan MIB hingga mengakibatkan meninggal dunia, pihaknya masih akan menunggu hasil keterangan ahli pidana sehingga statusnya masih saksi.
Sebelumnya diberitakan, Irfan melakukan perlawanan lantaran ia dan Ahmad Rofiqi menjadi korban pembegalan di Jembatan Summarecon Bekasi.

Duel antar Irfan yang pernah belajar bela diri di pesantren itu dengan dua begal sempat terjadi hingga ia berhasil merebut celurit milik pelaku dan membacok keduanya.

Akibat kejadian itu, Irfan harus menerima luka sabetan celurit sebanyak enam luka dan mendapat puluhan jahitan di bagian lengan, punggung, paha, jari dan pipi.

Sedangkan kedua pelaku begal, Aric Saifulloh alias AS diketahui meninggal dunia akibat luka sabetan celurit dan Indra Yulianto alias IY mengalami luka parah dan mendapatkan perawatan di RS Anna Medika sebelum akhirnya dipindahkan ke RS Kramat Jati.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Jairus Saragih sempat mengatakan, MIB ditetapkan sebagai tersangka karena diduga melakukan penganiayaan yang menyebabkan orang meninggal dunia.

"Kita sudah tetapkan sebagai tersangka tapi kita minta pendapat ahli juga. Iya (penganiayaan). Karena memang kita akan minta pendapat ahli, kordinasi ke JPU (Jaksa Penuntut Umum) dulu," kata Jairus kepada Tribunnews.com.

<>KUMPARAN/TRIBUNNEWS.com/01