• -IST-

Menikah & Makan Telur Bisa Melindungi Anda dari Penyakit Jantung & Stroke

Menikah & Makan Telur Bisa Melindungi Anda dari Penyakit Jantung & Stroke

Mon, 06/25/2018 - 07:44
Posted in:
0 comments

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa orang yang hidup dengan menikah akan terhindar dari penyakit jantung dan strok ketimbang yang melajang. Peneliti lain menyimpulkan orang yang membiasakan diri mengkonsumsi telur secara rutin akan membuat akan terhindar dari risiko jantung dan stroke.

Meski pernikahan belum tentu seindah apa yang ditampilkan dalam dongeng, menurut peneliti hidup bersama pasangan hingga usia senja bisa membuat Anda terhindar dari penyakit jantung dan stroke.

Dilansir AFP, survey yang berlangsung selama dua dekade terhadap lebih dari dua juta orang berusia 42 hingga 77 tahun menemukan bahwa menikah secara signifikan mengurangi risiko dari dua penyakit itu, seperti dilaporkan dalam jurnal medis Heart.

Studi tersebut meneliti populasi etnis bervariasi di Eropa, Amerika Utara, Timur Tengah dan Asia. Dibandingkan orang yang hidup dengan suami atau istri mereka, duda atau janda atau orang yang tak pernah menikah punya risiko terkena penyakit kardiovaskular 42 persen lebih besar, juga 16 persen berisiko kena penyakit jantung koroner.

Risiko kematian juga lebih tinggi pada orang yang tidak menikah, 42 persen dari risiko penyakit jantung dan 55 persen dari stroke. Hasilnya serupa untuk perempuan dan laki-laki, kecuali stroke, yang lebih rentan menimpa kaum Adam."Penemuan ini menunjukkan bahwa status perkawinan harus dipertimbangkan dalam menilai risiko penyakit kardiovaskular," kata tim yang dipimpin Chun Wai Wong, peneliti di departemen kardiologi Royal Stoke Hospital, Inggris, menyimpulkan.

Empat perlima penyakit kardiovaskular bisa dikaitkan dengan faktor risiko seperti usia lanjut, laki-laki, tekanan darah tinggi, merokok dan diabetes.

Pernikahan, dengan kata lain, bisa jadi bagian penting dari 20 persen yang tersisa. Lebih tepatnya, tinggal bersama --tanpa atau dengan ikatan pernikahan -- mungkin faktor yang berpengaruh.

Namun sebagian besar dari 34 studi yang ditinjau oleh Wong dan koleganya tidak mengidentifikasi pasangan di luar pernikahan atau pasangan sesama jenis, jadi tidak mungkin mengetahui, secara statistik, apakah kehidupan seperti itu juga sama dampaknya seperti menikah.

Karena penelitiannya bersifat observasional ketimbang eksperimen terkontrol, seperti apa yang dilakukan peneliti terhadap tikus percobaan, tidak ada kesimpulan jelas yang bisa ditarik sebagai sebab dan akibat. Ini menimbulkan pertanyaan untuk mengulik mengapa pernikahan bisa "melindungi" dari penyakit itu. "Ada banyak teori," kata peneliti dalam pernyataan.

Punya pendamping yang bisa mengurus dan menjaga kesehatan satu sama lain mungkin jadi nilai tambah, begitu juga pendapatan atau uang pensiun yang lebih besar karena bersumber dari dua orang.

Selain itu, hidup bersama orang lain juga dianggap baik untuk meningkatkan semangat kerja, juga stimulasi saraf. Orang yang hidup bersama pasangannya, berdasarkan penelitian sebelumnya, juga menunjukkan tingkat demensia yang lebih rendah.

Makan Telur

Sebuah penelitian baru juga mengungkapkan bahwa makan telur setiap hari dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke.

Penelitian ini dilakukan oleh Peking University Health Science Center di China, di mana mereka mengamati kebiasaan makan telur dari 416.213 peserta. Lalu, benarkah telur bisa menurunkan risiko penyakit jantung? Berikut kita lihat penjelasannya seperti dilansir dari Boldsky.

Diketahui, telur telah menjadi makanan favorit sejak jaman dahulu dan telah menjadi bagian dari setiap makanan, terutama untuk sarapan. Tapi, beberapa orang menghindari telur karena kandungan kolesterolnya yang tinggi.

Tahukah Anda bahwa sebutir telur mengandung sekitar 185 mg kolesterol? dan American Heart Association merekomendasikan maksimum mengonsumsi 300 mg kolesterol setiap hari, jadi menikmati dua buah telur akan memenuhinya.

Namun, kolesterol sering dikaitkan sebagai penyebab penyakit jantung dan karenanya, kebanyakan orang akan percaya bahwa makan terlalu banyak telur bisa berbahaya. Tapi pada kenyataannya, telur tidak membahayakan tubuh.

Jika kita melihat lebih jauh, kolesterol itu memainkan peran penting membuat sel-sel bekerja, dan diperlukan untuk memproduksi vitamin D, hormon dan empedu. Tapi, terlalu banyak kolesterol dalam darah Anda juga tidak baik karena dapat menumpuk di dinding arteri, yang meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

Kita perlu tahu bahwa ada terutama dua jenis kolesterol yakni lipoprotein densitas tinggi (HDL) dan low-density lipoprotein (LDL). HDL dianggap kolesterol baik, karena mengangkut kolesterol berlebih ke hati, di mana ia dapat dihilangkan keluar dari tubuh. LDL adalah kolesterol jahat yang dapat menumpuk di dinding arteri yang menyebabkan potensi pembekuan darah.

Jadi, bagaimana manfaat kesehatan telur dalam mempengaruhi tingkat kolesterol HDL dan LDL? Penelitian di Universitas Connecticut menemukan bahwa mengonsumsi tiga butir telur sehari selama sebulan tidak mengubah tingkat kolesterol dan tidak mempengaruhi kesehatan jantung.

Pakar kesehatan dan dokter menyarankan makan telur sebagai bagian dari diet sehari-hari. Telur akan menjadi makanan padat nutrisi yang mengandung protein, vitamin A, vitamin B, vitamin D dan vitamin B12, lutein dan zeaxanthin. Ahli kesehatan bahkan mengatakan, memakan satu hingga dua telur per hari akan baik-baik saja.

Beberapa Nutrisi yang Ada di Dalam Satu Buah Telur:

63% dari asupan vitamin D yang direkomendasikan untuk tubuh.

108% asupan vitamin B12 yang direkomendasikan setiap hari sangat penting untuk sistem saraf, sel-sel darah yang menghasilkan DNA juga.

36% vitamin B2 yang sangat penting untuk pertumbuhan dan perbaikan tubuh yang dibutuhkan setiap harinya.

39% biotin yang dibutuhkan tubuh setiap harinya untuk membantu fungsi metabolisme, saraf, kardiovaskular dan pencernaan.

71% asupan choline yang direkomendasikan dikonsumsi setiap harinya untuk perkembangan otak dan berfungsinya hati.

Lalu, Berapa Banyak Telur yang Bisa di Makan Dalam Seminggu?

Pakar kesehatan menyarankan untuk makan telur, dua atau tiga kali seminggu. Telur kaya yodium dan selenium yang penting bagi ibu hamil, karena mempengaruhi IQ bayi.

Cara Memasak Telur untuk Mencegah Penyakit Jantung?

Telur masakan serbaguna yang bergizi dan cara paling sederhana untuk memasaknya adalah dengan merebusnya. Ahli diet tidak merekomendasikan menggoreng telur karena kandungan lemak dan peningkatan asupan kolesterol.

Jika ingin menggoreng telur maka gunakan sedikit minyak sayur. Namun, cara tersehat untuk mengonsumsi telur adalah dengan orak-arik, merebus, dan memanggang. Telur rebus bisa dijadikan camilan yang sangat mengenyangkan.

<>AFP/BOLDSKY/TEMPO.co/Okezone.com/01