PAS Akhiri Masa Jabatan Per 10 Maret 2018  

BEKASI - Pilkada serentak termasuk Pilgub Jabar dan Pilwalkot Bekasi (berbarengan 16 Kab/Kota se-Jabar) akan digelar hari Rabu 27 Juni 2018. Tahapan akan dimulai bulan September 2017 mendatang. Untuk Pilkada di Kota Bekasi digelar setelah  akhir masa  jabatan (AMJ) Walikota dan Wakil Walikota telah habis yaitu per 10 Maret 2018.

Sekitar Februari 2017 Walikota Rahmat Effendi dan Wakil Walikota Ahmad Syaikhu sudah menjalani cuti jika sudah ditetapkan oleh KPU menjadi calon tetap. “Jika keduanya maju secara otomatis menjalani cuti dan langsung habis masa jabatannya per 10 Maret 2018. Per 11 Maret 2018 hingga pelantikan Walikota terpilih kendali pemerintahan dipegang Pelaksana Tugas (Plt) walikota yang ditunjuk Gubernur Jabar,” jelas Pemerhati Kebijakan dan Pelayanan Publik Bekasi, Didit Susilo.

Dari data yang diperoleh, Pilkada serentak Jabar 2018, KPU tetap menggunakan mekanisme pemilihan dilakukan hanya satu putaran. Artinya pemenang suara terbanyak akan langsung dinyatakan lolos sebagai pemenang Pilkada. Di sisi lain informasi terbaru di Pilkada serentak 2018 juga KPU tidak menetapkan batasan perolehan suara yang mengakibatkan pemilihan diputar dua kali, artinya tidak ada batasan minimal dimana pasangan calon dapat dinyatakan ikut di putaran berikutnya karena tidak ada putaran kedua. Pasangan calon yang memperoleh suara terbanyaklah yang nanti ditetapkan sebagai pemenang.

Di sisi lain KPU juga mengatur tentang mekanisme sosialisasi pasangan calon yang maju di Pilkada, dimana seluruh biaya sosialisasi ditanggung oleh pemerintah melalui KPU. Misalnya saja untuk biaya atribut dan juga sosialisasi pasangan calon. Namun demikian pasangan calon tetap mendapatkan kesempatan untuk bersosialisasi sebagaimana jadwal tahapan Pilkada serentak tahun 2018.

Penghematan anggaran pemilu di Pilkada serentak tahun 2018 dengan memanfaatkan DPT (Daftar Pemilih Tetap) bersama yang itu juga digunakan pada Pilgub Jabar 2018. Artinya kemungkinan untuk biaya pemutakhiran data dapat diminimalisir dan menekan biaya pengeluaran pemerintah.

Dijelaskannya, memasuki bulan suci Ramadhan 1438 H, seyogyanya parpol dan para bakal calon (balon) tetap mengedepankan kondusifitas politik daerah, dengan tidak melakukan manuver politik yang membuat kegaduhan. “Biasanya pada bulan Ramadhan balon berusaha meningkatkan popularitas dengan membalut kampanye dini dengan kegiatan tebar pesona Islami. Mari tetap kedepankan politik nalar dan bermartabat,”ujar Didit.***

No comment

Leave a Response