• Kantor Walikota Bekasi. -BEKASIPOS.com-

Pj Walikota Bekasi Ancam ASN Tak Masuk Kerja pada Kamis Dikenai Sanksi

Pj Walikota Bekasi Ancam ASN Tak Masuk Kerja pada Kamis Dikenai Sanksi

Thu, 06/21/2018 - 06:37
Posted in:
0 comments

Penjabat (Pj) Wali Kota Bekasi R Ruddy Gandakusumah mengimbau seluruh aparatur sipil negara (ASN) kembali masuk kerja mulai Kamis (21/6) pascacuti bersama Idul Fitri 1439 Hijriah berakhir pada Rabu (20/6).

"Sebagai Pj Wali Kota, saya ingin pelayanan umum terhadap publik kembali berjalan normal pada hari pertama masuk kerja (Kamis)," katanya.

Menurut dia, libur yang diberikan pemerintah sudah lebih dari cukup, sehingga tidak ada alasan bagi ASN tidak masuk atau bolos pada hari pertama kerja, Kamis (21/6).

Secara tegas, Ruddy meminta Inspektorat Daerah dan Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatiihan Daerah (BKKPD) mengawasi sekaligus mendata ASN yang tidak masuk pada hari pertama kerja nanti di setiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

"Jika ada ASN yang memang sengaja tidak masuk atau bolos tanpa alasan yang jelas, akan ditindak sesuai aturan yang berlaku. Minimal berupa sanksi administratif," katanya.

Ruddy mengatakan, bagi ASN yang tidak masuk atau bolos kerja akan rugi karena berdampak terhadap pengurangan tambahan penghasilan PNS (TPP) yang berbasis daftar hadir.

"Saya meminta kepala BKPPD bersikap tegas atas manajemen kepegawaian serta semua aturan yang melekat kepada ASN," katanya.

Menurut Ruddy, pihaknya telah mmepersiapkan agenda silaturahmi yang dirangkai dengan apel pagi bagi seluruh aparatur untuk saling memaafkan dalam momentum Idul Fitri.

"Sebab, selama mereka berinteraksi kerja, tentunya banyak hal yang sifatnya khilaf secara perilaku maupun ucapan," katanya.

Dikatakan Ruddy, usai bersilaturahmi di Lapangan Upacara Pemkot Bekasi seluruh aparatur diharapkan langsung mengisi seluruh layanan di unit kerja masing-masing.

"Saya juga akan melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah ruang kerja untuk memastikan aktivitas layanan publik berjalan normal," katanya.

<>ANT/01