Rest Area Tol Cipali Mengecewakan

Redaksi yth, -- Pada liburan akhir tahun lalu dalam perjalanan dari Jakarta ke Yogyakarta saya dan keluarga melintasi jalan tol terpanjang di Indonesia yang membentang dari Cikopo sampai Palimanan Cirebon.

Seperti jalan tol lainnya, di ruas jalan tol tersebut tersedia fasilitas pendukung rest area di sejumlah titik. Rest area tersebut biasanya disediakan toilet, sarana ibadah, SPBU, dan kantin serta area komersial lain.

Tentu semua fasilitas itu sangat membantu para pengguna tol Cipali. Namun, sayang dari pengalaman beberapa kali menggunakan rest area yang ada terkesan pihak pengelola, yakni PT Lintas Marga Sedaya (LMS) terkesan lebih mementingkan kepentingan komersialnya berupa pembangunan kios-kios untuk disewakan dan mengabaikan layanan intinya seperti sarana ibadah dan toilet.

Pada saat Natal, misalnya, di rest area arah Palimanan beberapa area peristirahatannya tidak tersedia air untuk toilet dan mushola. Padahal, keberadaan air di dua tempat tersebut sangat vital.

Kejadian yang sama terjadi saat kembali dari Yogyakarta menjelang tahun baru. Malah, di sebuah rest area mu-sholanya tergenang air, akibat bocor yang parah. Lebih mengerikan lagi, plafon masjidnya nyaris jebol karena tak kuat menahan limpahan air hujan.

Belum bicara soal kebersihan, di mana di hampir semua toilet di Cipali rata-rata kotor, bau, dan pada musim hujan tercecer tanah merah di mana-mana karena minimnya perawatan.

Saya sempat menanyakan kepada seorang petugas, dan betapa terkejutnya petugas itu menyebut, “ya begitulah kalau pengelola lebih mementingkan pembangunan area komersia, fasilitas yang seharusnya jadi prioritas malah terkesan dinomorduakan.

Bukan hanya soal toilet, sarana ibadah, dan kebersihan yang jadi masalah. Premanisme di sejumlah rest area juga begitu kental terjadi di area perparkiran. Tidak adanya pengawasan yang rutin membuat para petugas di lapangan se-ring berbuat over acting.

Masyarakat pengguna jalan tol Cipali yang sudah membayar mahal tentu mengharapkan pelayanan yang memadai. Sekarang memang kondisi jalan tolnya masih mulus, karena memang masih baru, namun bila nanti kondi-sinya sudah rusak, ditambah dengan kondisi rest area yang ‘brengsek’ tentu masyarakat akan berpikir ulang untuk melintas di Cipali.

Semoga masukan ini menjadi perhatian bagi pihak-pihak terkait untuk berbenah diri demi meningkatkan ke-puasan pelanggan tol, dalam hal ini tol Cipali.

Rianti Santoso

Cilincing, Jakarta Utara

No comment

Leave a Response