Si “Wanita Emas” Pencerca Ahok Terancam Dibui

JAKARTA - Mischa Hasnaeni Moein atau yang biasa dikenal Wanita Emas yang dalam berbagai kesempatan selalu mencerca kebijakan Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama terancam dibui. Putri mantan anggota DPR-RI itu diduga terlibat tindak pidana penipuan.

Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya sudah dua kali memanggil wanita yang ngebet jadi gubernur DKI itu, namun sejauh ini dia selalu mangkir.

Hasnaeni Muin dipanggil Polda Metro Jaya terkait dugaan kasus penipuan dan penggelapan. Ini merupakan Cagub kedua setelah M Sanusi ditangkap KPK karena suap reklamasi Teluk Jakarta, beberapa waktu lalu.

"Kami sudah membuat surat panggilan pemeriksaan terlapor Hasnaeni sebagai saksi. Penyidik berniat melakukan pemeriksaan tambahan dan telah mengirim dua kali surat panggilan saksi, namun terlapor tidak hadir," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Krishna Murti, Rabu (13/4).

Saat ini sudah tujuh orang saksi terkait kasus ini diperiksa dan kini tinggal menunggu pemeriksaan terhadap Hasnaeini.

Krishna menjelaskan, dalam kasus ini polisi juga menyita sejumlah barang bukti antara lain satu lembar surat perjanjian; kwitansi penerimaan cek senilai Rp500 juta; satu lembar struk transfer Bank Mandiri senilai Rp200 juta; satu lembar foto copy cek senilai Rp500 juta; satu lembar struk pembayaran Bank Mandiri senilai Rp21.396.300; empat lembar struk transfer Bank Mandiri senilai Rp50 juta; satu buah print out Bank BRI Kantor Cabang Jayapura terkait pencairan cek senilai Rp500 juta; dua lembar foto copy surat sanggahan banding ke Kementerian PU; satu lembar rekening koran giro; dan lainnya.

Sebelumnya diberitakan Beritasatu.com, Hasnaeni yang disebut-sebut bakal maju sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta, ternyata tersangkut kasus dugaan penipuan dan penggelapan terkait proyek pembangunan jalan di Jayapura.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kronologi kejadian bermula ketika korban Abu Arief Hasibuan selaku Direktur PT Trikora Cipta Jaya berkenalan dengan Hasnaeni melalui Arifin Abbas Hutasuhut (sudah meninggal). Perkenalan itu dalam rangka pengurusan sanggahan banding proyek pembangunan dua ruas jalan di Jayapura.

Selanjutnya, korban diduga diminta untuk mengirimkan uang senilai ratusan juta, termasuk membayarkan belanjaan Hasnaeni. Alasan korban mau memberikan cek, mentransfer uang, dan membayarkan belanjaan karena terlapor menjanjikan akan membantu memenangkan sanggahan banding yang diajukan oleh korban melalui pelapor Saleh di Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Namun, ternyata Kementerian PU menyatakan sanggahan banding yang diajukan dianggap sebagai pengaduan. Sebab, sampai dengan batas akhir masa sanggah tidak menyampaikan jaminan sanggahan banding asli sehingga sanggahan banding yang diajukan tidak sesuai dengan prosedur, dan proses lelang terus berlanjut sesuai dengan ketentuan.

Saat ini proyek pekerjaan pembangunan dua buah ruas jalan di Jayapura sudah selesai dikerjakan oleh pihak lain sebagai pemenang lelang.

Atas kejadian itu korban meminta terlapor untuk mengembalikan uang yang sudah diserahkan, namun diduga terlapor tidak mau mengembalikan dan sudah tidak dapat ditemui. (01)***

No comment

Leave a Response