• Buron Joko Chandra. -IST-

Diduga Ikut 'Main Mata' dengan Joko Chandra, Kapolri Lagi-lagi Copot 2 Jendral

Diduga Ikut 'Main Mata' dengan Joko Chandra, Kapolri Lagi-lagi Copot 2 Jendral

Sat, 07/18/2020 - 04:13
Posted in:
0 comments

Setelah mencopot dan menahan satu Brigjen dari Bareskrim, Kapolri kembali mencopot kepala NCB Interpol Polri, Irjen Napoleon Bonaparte dan sekretarisnya. Keduanya diduga ikut 'main mata' dengan buron kakap Joko Chandra.

 

Tiga jenderal sudah dicopot Kapolri hanya dalam dua hari dan ini tentunya wujud dari sikap promoter untuk menjaga marwah kepolisian. Ketua Presidium IPW, Neta S Pane perlu memberi acungan jempol dan memberi apresiasi pada Kapolri Idham Azis yg bergerak cepat dan bertindak tegas dalam membongkar persekongkolan jahat para jenderal dalam melindungi Joko Chandra.

"Tentunya tidak cukup hanya sampai disitu agar kasus ini tuntas dan bisa membawa efek jera bagi para jenderal untuk bermain main melindungi orang orang bermasalah. Artinya, ada lima hal lagi yg patut dilakukan Kapolri," kata Ketua Presidium IPW Neta S Pane dalam siaran persnya, Minggu (18/7).

Pertama, pinta Neta, agar Mabes Polri segera membuka CCTV Bareskrim, siapa yang mendampingi dan menjemput saat Joko Chandra datang mengurus surat jalan tsb. Kedua, apa motivasi para jenderal itu dalam memberi keistimewaan kepada Joko Chandra.

Ketiga, disebut-sebut dalam kasus Joko Chandra ada dugaan gratifikasi dan ke mana saja aliran dananya. Keempat, semua pihak di polri yg terlibat kasus Joko Candra, terutama ketiga jenderal yang dicopot segera diproses pidana agar kasusnya segera bisa dilimpahkan di pengadilan. Bagi IPW, kasus persekongkolan jahat dalam melindungi buronan Joko Chandra adalah kejahatan luar biasa.

Kelima, semua pihak di luar polri yang terlibat memberi keistimewaan kepada Joko Chandra, mulai dari lurah hingga dirjen imigrasi harus diperiksa Polri dan kasusnya diselesaikan di pengadilan. Tujuannya agar persekongkolan jahat dalam melindungi Joko Chandra bisa terungkap secara terang-benderang dan selesai dgn tuntas di pengadilan.

Setelah itu Polri perlu mencermati proses PK Joko Chandra agar promoter dan jika ada indikasi negatif penyidik Bareskrim jangan segan-segan menciduk oknum yang terlibat. Hanya dengan kerja keras yang promoter dari Kapolri Jendral (Pol) Idham Azis citra Polri bisa terbangun lagi setelah dihancurkan Joko Chandra. (REL/01)