• Lahan baru yang diserobot. -BEKASIPOS-

Lagi-lagi Lahan Fasos-Fasum di Dukuh Zamrud Diserobot

Lagi-lagi Lahan Fasos-Fasum di Dukuh Zamrud Diserobot

Wed, 01/05/2022 - 03:09
Posted in:
0 comments

PENYEROBOTAN lahan fasos-fasum masif terjadi di Perumahan Dukuh Zamrud. Salah satunya yang kini terjadi di gerbang Dukuh Zamrud, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya.

Setelah upaya pertama mulus menjadikan lahan fasos fasum sebagai area komersial berupa los-los pedagang, kini oknum tertentu kembali menyerobot lahan di sebelahnya.

Upaya penguasaan fasos fasum itu ditandai dengan pembangunan jembatan penghubung. Ini sama seperti aksi sebelumnya. Pelan-pelan mencoba membersihan lahan, lalu membangun di atas lahan yang kini masih diperdebatkan di bawah pengawasan RT 010 atau RW 006 Kelurahan Cimuning itu.

Lurah Cimuning, H. Martam beberapa waktu lalu ketika ditemui di kantornya mengaku tahu mana batas tanah warga dan mana tanah fasos fasum yang sekarang dibangun area berjualan di atas lahan milik Pemkot Bekasi itu.

Dihubungi via WhatsApp (WA), Rabu (5/1/2021) pagi, Lurah Cimuning belum memberikan jawaban. Chatting dan telepon tidak direspon. Camat Mustikajaya, Gutus, mengaku akan segera mengecek ke lapangan atas permasalahan ini.

Dari pemantauan di lapangan, sejumlah fasos fasum, termasuk lahan terbuka hijau di Zamrud kini dikuasai oknum tertentu. Maraknya pedagang kaki lima (PKL) di pinggir jalan merupakan cerminan penegakan hukum di kawasan ini yang begitu lemah.

Di Gerbang Dukuh Zamrud yang jadi kumuh karena adanya pembiaran para PKL, sudah beberapa kali dilaporkan tapi sejauh ini tidak ada tindakan apa pun.

Satpol
:: Begini aksi Satpol PP di Dukuh Zamrud. Tidak pernah tegas tegakkan aturan, sehingga PKL seperti makin 'berkuasa'' dan merajalela. -BEKASIPOS-
 

Maraknya pedagang di gerbang, tepatnya yang berdiri atas saluran air selain menciptakan kekumuhan baru, juga berdampak pada aliran air. Di mana pada saat banjir besar beberapa waktu lalu, air yang seharusnya mengalir lancar akhirnya tumpah ke jalanan tertutup timbunan sampah di bawah gorong-gorong. Limpasan air membuat satu ruas jalan tidak bisa dilewati karena tingginya genangan air.

Satpol PP yang mestinya menegakkan Perda, tiap hari hanya mendatangi PKL tanpa ada tindakan tegas yang diberikan kepada para pelanggar Perda.

Bahkan fasos fasum di Blok S (RW 011) yang dijadikan kandang ayam di tengah permukiman dan jelas-jelas pelanggaran, saat dilaporkan warga di media sosial hanya ditengok petugas dari Kelurahan Padurenan. Setelah itu tidak jelas perkembangan atas tindakan dari pelanggaran tersebut.

Penyerobotan fasos fasum di sejumlah lokasi, juga seperti dibiarkan. Padahal, pembiaran seperti ini di kemudian hari hanya akan mengaburkan mana aset untuk publik yang seharusnya dikuasai Pemkot Bekasi. Dan bila pada saat nanti diminta dikembalikan bisa menimbulkan konflik dan merugikan institusi Pemkot Bekasi.

//M01//